Setiap manusia memiliki kemampuan untuk bisa kreatif. Kreatif sudah melekat dalam diri kita contohnya kita harus bisa kreatif setiap hari untuk bisa memecahkan sebuah masalah, mendapatkan apa yang kita inginkan dan butuhkan. Kreatifitas adalah ide yang muncul dari otak. Otak kita merupakan organ tubuh yang sangat penting kita dapat berfikir, membaca, berimajinasi karena adanya otak.

Kecerdasan yang dimiliki seseorang dapat diukur yaitu menggunakan IQ (Intelligence Quotient). Lalu pada pertengahan 1990-an, Daniel Goleman memenemukan bahwa EQ (Emotional Quetioent) juga penting. EQ membuat kita peduli terhadap perasaan kita sendiri maupun orang lain. Contohnya, empathy, motivasi. Menurut Goleman, EQ menjadi dasar untuk menggunakan IQ.

Kemudian Dana Zohar dan IAN Marshall memperkenalkan sbeuah dimensi baru yaitu Spiritual Quotient (SQ).

Spiritual Intelligence menurut Ram Mohan adalah tentang pertumbuhan seseorang. Dan juga tentang menjalani hidup ini. berpikir tentang diri kita sebagai ekspresi realitas tertinggi, bagaimana kita melihat  sumber daya yang ada untuk kita.

SQ berbeda dengan IQ maupun EQ.

  • IQ solve logical problems
  • EQ allows us to judge the situation we are in and behave appropriately.
  • SQ allows us to ask if we want to be in that situation in the first place

SQ memiliki keterkaitan dengan agama. Dalam riset Michael Persinger & Ramachandran seorang neuropsychologist mereka mengidentifikasi adanya ‘God-spot’ dalam otak manusia. Tempat ini berada antara neural connection dalam temporal lobes di otak. Maksudnya disini ‘God” adalah mengindikasikan bahwa otak diprogram untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan.

Kita menggunakan spiritual intelligence untuk mentransform diri kita dan lainnya, memperbaiki relationship.

 

References:

http://www.lifepositive.com/mind/evolution/iq-genius/intelligence.asp

Advertisements